Drayton Manor; A Family Short-Break Destination.

Drayton Manor Hotel - dimana menginap

Anak anda penggemar serial dan film Thomas and Friends? Mungkin bakal suka kalau diajak ke Thomas Land di Drayton Manor Theme Park, Tamworth (dekat Birmingham), UK. Lokasinya sekitar 1,5 jam berkendara ke arah north west dari London.

Spring 2015 kami membawa anak-anak untuk menjajal theme park ini sekaligus menginap di hotelnya. Rate untuk standard room sekitar £75 atau kira-kira IDR1.280.000-. Kamarnya biasa aja, ngga sampe kaya Legoland banget yang tematik sampe dalem-dalemnya. Tapi untuk interior public space hotelnya lumayanlah, ada Thomas-Thomasnya gitu😄

Di lobby ada beberapa figure manusia yang suka ada di Thomas, Fat Control dll (maap mamak ga hapal), mainan Thomas & Friends besar di tengah-tengah dan ada Thomas thematic store-nya juga. Kebetulan anak-anak saya suka aja dengan serial ini, tapi ngga sampe nge-fans berat. Jadi begitu ngeliat backyard hotelnya yang full playground dan physical challenges, mereka langsung lari aja kesana, and spent even more time there, padahal mah kaga ada Thomas-Thomasnya sama sekali 🤣

Dari kamar kami yang ada di lantai 2 bisa melihat “keriuhan” di theme park-nya. Bikin anak-anak makin ngga sabar main disana besok paginya. Kamarnya hmm.. space-wise. Modelnya seperti business budget hotel aja yang “cukupan”, ga luas tapi cukuplah. Fasilitasnya juga standard ada semua, walaupun ga mewah-mewah amat. Yang penting heater nyala, ya kan 😆 (masih keingetan pengalaman yang ini).

Breakfast-nya menyenangkan dan yang pasti ramai sekali dengan nak kanak children, yang semua excited ngambil sarapan yang banyak siap untuk main di theme park. Pokonya suasana hotelnya family bangetlah (saya suka).

Bener dong ya, begitu bubaran breakfast semua langsung cuss menyerbu theme park-nya dengan semangat ’45 (ya kali mereka tau semangat 45 😆), padahal mah beloman buka 😂.. sama aja, kami juga therthiphu dan therlhalhu shemanghat. Secara semua sengaja menginap disini supaya bisa main sepagi mungkin kan, sebelum ramai. Ternyata theme park baru buka jam 10am. Untuk penghiburan bagi kami-kami yang kecele, mini zoo-nya sudah dibuka mulai jam 9am. Jadilah kami rombongan kecele muter-muter dulu di zoo-nya. Lumayan banyak juga sih yang dilihat. Monkeys, phanters, pink swans, jerapah, dan yang paling banyak sih ostriches. Selain itu ada zona dinosaurs-nya juga (ga besar amat sih, tapi lumayan lah ya untuk menghibur bocah) dan ruangan untuk research fosil-fosil hewan (agak aneh sih konsepnya dan sebenarnya kurang menarik, gelap dan jadul ga jelas gitu ruangannya 😬).

Akhirnya jam 10 begitu theme park buka langsung kita serbu. Harga tiket terusan £25/orang dewasa atau sekitar IDR 425.000. Tapi ada juga family ticket (4 tickets only for £80 atau IDR 1.360.000,-) yang lumayan hematlah ya.. Zonanya lumayan banyak, rides & games yang seru-seru juga buanyak! Tapi karena kami bawa anak umuran 7 tahun dan 2 tahun, jadinya cuma fokus di Thomas Land yang isinya mainan bayi 😂

Itupun main hanya di satu zona aja sudah habis waktu hampir seharian. Walaupun weekend, ngantri tiap rides-nya ngga seheboh Legoland atau Cbeebies Land. Setiap 1 jam sekali mister Fat Control naik panggung juga untuk perform. Sementara di bawah panggungnya ada giant bubble artist yang juga hampir non stop bikin bubbles yang super gede. Thomas dan Percy available bergantian untuk bawa pengunjung keliling-keliling. Gitu aja udah seneng banget yaaa anak-anak.

Fat Control performance - dimana menginap

By the way kayanya baru postingan ini ya yang ngebahas penginapan bundled sama theme park-nya hehehe.. Semoga review Drayton Manor ini membantu untuk yang lagi timbang-timbang mau kesana yaa.. Cheerio!

Advertisements

Cakra Kusuma Hotel Yogyakarta; Reviewed.

Yogyakarta, kota yang selalu ngangenin. Saya sendiri sudah sering menulis review tentang penginapan di kota ini (mostly budget hotel yaa wakakaka).. Dan kali ini saya tambahin satu lagi review budget hotel di Yogyakarta, Cakra Kusuma.

15

Buat Anda yang agak setipe dengan saya, yaitu suka terlalu spontan bikin plan-nya, biasanya akan sering berakhir di hotel-hotel kelas gini, yang kamarnya biasanya masih available walaupun kita booking dadakan during peak season.

14

Masih dalam rangkaian road trip kami di penghujung tahun 2015, kami sempat mampir semalam di Hotel Cakra Kusuma tepatnya di Jalan Kaliurang bawah (KM 5,2) di seputaran kampus UGM. Lokasinya di down town jadi enak mau makan apa tinggal pilih, yang kaki lima, hits tapi murah a la mahasiswa, fast foods sampai posh restaurants juga banyak. Yang bikin saya bahagia, banyak laundry kiloan juga by walking distance. Penting banget bagi kami sebagai road trippers!

13

Karena rate-nya yang biasa aja (bukan hotel mahal), untuk di lokasi seperti ini pasti ada konsekuensi lain dong ya. Nah menurut saya kamarnya hmm kurang “family”. Koridornya berupa lorong terbuka dengan teras kecil di depan kamar.. mirip kos-kosan. Teras itu adalah satu2nya arah view jendela kamar, dan di teras/koridor itu juga banyak yang merokok. Jadi di koridornya ya bau asap rokok gitu deh..

Ukuran kamar cukupan, setelah ditambah 1 extra bed lumayan masih bisa lewat hahaha… Tapi apes, kami dapat kamar yang AC-nya rusak (mirip kasus ini tapi dengan suhu kebalikannya, hehe) Untungnya anak-anak bahagia aja dimanapun kapanpun (alhamdulillah), ga kaya ortunya yang cranky dan tukang complain 😜 

Satu lagi kurangnya. Saluran kamar mandinya entah mengapa agak aneh, mungkin salah desain dari awal. Jadi air yang dari shower mengalirnya ke lubang pembuangan yang letaknya di bawah wastafel. Sedangkan wastafel ada di dekat pintu. Kebayang ngga ya? Jadi lantai kamar mandinya pasti akan basah semua. Perasaan kamar mandi basah pun ga gini-gini amat desainnya 😂

Nah, breakfast-nya gimana? Ga nyangka ternyata lumayaan! Jangan mengharap seperti disini amat ya, tapi ada gudeg station-nya juga. Itu yang paling dikangenin dari Yogyakarta; sarapan gudeg! Menu lain juga ga mengecewakan, anak-anak aman banyak yang bisa mereka makan. Egg station ada, cereal, milk and porridge pun kumplit.

7

Kolam renang ada, tapi saya ga perhatiin bagus atau tidaknya karena memang kami ga niat renang-renangan waktu itu. Parkiran mobilnya dekat dengan lokasi kamar yaitu di bagian belakang hotel.

12

Saya membayangkan hotel ini akan penuh di musim-musim wisuda karena lokasinya, selain itu juga karena rate-nya yang terjangkau. To book or not to book, it’s back on you 😊

A Gem Founded using Holiday Cottages apps

view10

May 2014, di saat peralihan musim semi menuju musim panas di Inggris, kami hendak mengunjungi kerabat di Barnstaple, Devon, UK. Untuk kesana, kira-kira sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil dari London ke arah barat. Tempat menginapnya, pengennya sih di holiday house yang dekat dengan pantai. Setelah ngubek-ngubek apps Holiday Cottages, pilihan jatuh ke sebuah beach cottage di daerah Bideford, dengan pantai terdekat adalah Westward Ho! Beach (iya, namanya memang dengan tanda seru di belakangnya.. Kenapa yah? 😄). By the way, apps ini punya banyak pilihan cottages yang lucu-lucu dan unik dengan lokasi mencakup seluruh United Kingdom, terutama kalau Anda ingin berlibur di daerah suburb atau countryside.

Lokasi cottage yang kami sewa berada di atas bukit di pinggir pantai, sehingga view-nya cadassss.. Keyen bangett! Sebagaimana rumah-rumah di daerah pantai di Inggris, interior style, dekorasi dan pernak-perniknya ditata bernuansa beach house. Dan itu membuat cottage ini berasa superrr homey!! Walaupun bangunannya hanya terdiri dari 2 lantai, tapi terasa luas karena lokasinya yg berbukit membuat desainnya “mengikuti” alias dibuat agak split level. Mulai dari parkiran/garden, naik ke level selanjutnya reception room (atau sama dengan living room), kitchen-diner, terrace/balcony dan storage, lalu naik ke atas ada 2 kamar tidur, family bathroom, plus satu children bedroom jika naik 1/2 lantai dari level atas. Kalau dihitung-hitung, unit ini bisa menampung sekitar 6 orang (tidur dengan nyaman) atau bisa sampai 10 orang (kalau mau ada yg tidur ngampar di karpet 😝).

Modern living room manis berpadu dengan english cottage kitchen-diner di lantai dasar. French door menuju teras rasanya passs sekali untuk menikmati matahari, semilir angin sambil ngopi-ngopi dan ngobrol. Apalagi view-nya ciamik banget ya kannn.. Asli bikin ga pengen pulang deh. Bahkan Ayah sayapun bilang pengennya jual rumahnya yang di Lombok utk beli beach house itu hahahahahaa.. Yakin boss?

Saya naksir berat kitchennya terutama table top khas Inggris dengan kayu oak yang solid, a kitchen to die for 😜

Di lantai 2 kesan beach house-nya makin berasa karena dekorasi-dekorasinya yang berbau pantai. Di pojokan selasar ada bonus menarik untuk anak-anak, yaitu 1 peti penuh mainan dan children story book. Wow!

Setiap ruang tidur punya daya tarik masing-masing. Ruang tidur utama dengan view terbaik ke arah pantai, walaupun bernuansa “granny” tapi dengan pilihan warna putih dan baby blue dimana-mana, saya rasa anyone would feel at home and hard to stay out of the bed. The room is so comfortable!

Ruang tidur yang di tengah, kecil dan diisi dengan bunk bed yang nyaman. Anak saya sempat menangis saat hendak check out.. Ternyata karena ga mau pisahan dengan si bunk bed 😂

Kamar tidur ketiga juga tidak kalah menarik. Terdiri dari dua single bed dengan dekorasi berbau “beach” dimana-mana. Kamarnya pun cukup luas untuk membuka koper-koper dan berlantai kayu solid yang hangat.

Walaupun kami tidak bertatap muka sama sekali dengan pengelolanya, service-nya sangat memuaskan karena mereka menyediakan hampir semua kebutuhan seperti sembako (a la Inggris), handuk dan toiletries (pastinya), wi-fi kenceng dll. Jadi walaupun lokasinya agak jauh dari toko terdekat, didn’t really matter. Semua sudah tersedia.

Karena lokasinya yang jauh dari keramaian kota besar (high street yang terdekat ada di sebuah kota kecil yang didominasi toko-toko lokal. Saya bayanginnya penduduk semua pada saling kenal satu sama lain), harga sewanya cukup murah.. Kira-kira setara harga sewa holiday apartment tipe studio di London. Kontras, kan?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

It was really a best deal dan kami ga kapok. Seandainya ada kesempatan lagi, pengen nyobain pake apps itu lagi, semoga!

Atrium Premiere Hotel Yogyakarta;A Budget Hotel Reviewed

2

Liburan sudah dekat! Di musim liburan seperti Lebaran atau NatalTahun Baru, biasanya hotel-hotel penuuh dan berebut. Apalagi di daerah seperti Jogja.. Kalau ngga book dari jauh-jauh hari, bakal susah dapet sesuai yang diinginkan. Seperti pengalaman saya di year-end holiday 2015.

1

Karena kami waktu itu road trip menyusuri Jawa dari timur ke barat (balik ke Jakarta), nyari penginapannya agak males-malesan. Karena kan belum pasti di tanggal berapa udah sampai mana. Walhasil ya dadakan aja gitu bookingnya (which was emang kuwalahan banget dapet kamar!), tapi ya gitu.. Kalo pinjem istilah Rangga itu adventure aka berpetualang, bukan liburan. Alaah.. Rangga dibawa-bawa 😝

13

Selama 3 malam kami di Yogyakarta, menginapnya di 2 penginapan dengan kelas “dapet kamar aja udah syukur”. Salah satunya yaitu Hotel Atrium di Jalan Solo aka Jl.Adisucipto, seterusan dengan banyak hotel lainnya seperti Jayakarta, Sheraton, Quality dan The Amborrukmo. Jalanan ini memang cukup strategis, dekat dengan airport dan dekat juga ke pusat kota. 

10
tempat parkir terbatas, karenanya kunci kendaraan harus dititipkan di lobby hotel agar petugas parkir dapat re-arranging kendaraan sewaktu-waktu diperlukan.

Walaupun judul hotelnya Atrium Premiere, namun kelasnya adalah budget hotel. Hotel hemat yang cukup nyaman sekedar dipake tidur dan sarapan, dan juga family friendly. Keliatan juga kan dari penampakannya, ruang-ruangnya serba smart dan efisien. Parkirnya agak sulit juga sih karena lahan terbatas. Lobby dan lounge sederhana, hemat tempat. Yang saya kagum, mereka masih bisa menyediakan mushola di area depan di sekitar lobby. Waah, ok juga.. Tempat beribadah masih diprioritaskan.

Interiornya biasa aja, modern minimalis, tidak ada yang istimewa bahkan cenderung flat. Tapi kalo untuk transit istirahat aja, who care? Ya gak sih..

Kamarnya udah ketebak kan, minimalis. Warna-warna segar seperti merah, oranye, dan hijau muda mendominasi, mungkin maksudnya biar match sama facade bangunannya. Kamar mandi shower untuk tipe kamar yang saya sewa (tipe apa ya lupa, maaf ya sodara 😁).

Sarapannya lumayan juga loh, melebihi ekspektasi saya hihihii… Selain basic buffet, ada gudeg dan angkringannya juga! So far, hotel ini bisa dikatakan best deal, terutama untuk yang memang tidak berlama-lama di hotel. Such an option, isn’t it?

Tyacks Hotel, Cornwall, United Kingdom; reviewed.

14

Cornwall, tersohor sebagai daerah paling “terang” di Inggris karena paling banyak mendapat sinar matahari, dan jadi tujuan wisata favorit terutama saat summer karena pantai-pantainya yang cantik. Ngga akan berasa cukup exploring Cornwall dengan hanya 1-2 hari aja, dijamin! Summer 2014 kami disana hanya 1 hari saja dan menyesal huhuu.. Waktu itu kami menginap di kota Camborne, tepatnya di Tyacks Hotel, sebuah hotel sederhana di tengah kota kecil tersebut. Karena rombongan keluarga kami terdiri dari 3 dewasa dan 2 bocil, ya seperti biasa kami prefer family room. Hasil ngintip di booking.com sih family room-nya lumayan..

Setelah berpetualang di bawah matahari menjajal pantai-pantai Cornwall, sampailah kami di Tyacks Hotel yang berupa bangunan tua tapi sangat terawat. Penampilannya memang tidak “grand“, reception, lobby dan restorannya juga sederhana, akses ke kamar agak riweuh.. Masuk pintu naik tangga keluar pintu masuk lagi (kebayang ga? :D) tapi menurut saya kesan pertama hotel ini “hangat” dan “nyaman”. Di back entrance-nya terdapat kursi-kursi kayu semacam alfresco dining yang seperti pada umumnya di Inggris,-hanya ramai saat summer karena udara di luar terlalu dingin untuk makan dengan santai.. Huahahahaha (ciyan deh). Lobby-nya hanya berupa living room dengan sofa dan kursi-kursi rotan. Di sebelah retaurant juga ada pub, bagian hotel yang selalu ramai karena berada tepat di tepi jalan.

Benar saja, begitu masuk kamar semua senang. Kamarnya lumayan roomy dan terang, jauh banget dibandingin family room di bed and breakfast yang kami jajal di Bath, padahal room rate-nya di bawah itu. Ga ada view yang gimana banget sih dari kamar, tapi anak-anak ketemu ruangan luas gitu pasti langsung seneng dan lari-larian plus lompat-lompatan kesana-sini. Selain ada 2 double beds dan 1 single bed yang nyaman dan 1 kamar mandi yang luas, ada living room juga yang pas banget dipake buat naro badan yang remek setelah jalan seharian. Meja kerja, kulkas dll lengkaplah jangan sedih 🙂 Interiornya dilengkapi dengan foto-foto Cornwall yang keren-keren banget, yang diberi label harga alias dijual bagi yang berminat.

Malamnya karena kami sudah terlalu lelah untuk nyari-nyari makan sendiri (padahal di dekat hotel ada beberapa minimarket), akhirnya kami pesan room service aja. Dan ga nyesel deh, karena semua yang dipesan enyaaak banget dan muraah! Fish and chips, pizza baguette & tuna with melted cheese panini semua dalam porsi besar dan cukup untuk kami semua, total hanya £20 saja 😍 *burp. Belakangan kami tau bahwa restonya memang terkenal enak di seputaran Camborne.

Tapi menurut saya breakfast-nya mah agak kurang, emang seadanya bangetlah kesannya hotel melati pisan. Selain cereal-susu-buah-juice-yogurt yang tersedia di buffet, seperti biasa kami pesan english breakfast minus bacon & sausages, plus omelet. Semuanya rasanya biasa aja, masih enakan kalo masak sendiri di rumah. Selain itu ambiance restonya juga biasa aja. Bagaimanapun kami senang pernah menginap disini. Penginapan sederhana yang hangat a la Inggris banget, it still worth every pound!

Giritirta Hot Spring Resort Sentul; the Review.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada yang suka main ke daerah Sentul? Saat ini Sentul mulai ramai sebagai pusat rekreasi alternatif warga jabodetabek, yang mungkin sudah jenuh dengan Puncak-Ancol-Anyer. Secara lokasi ga begitu jauh juga dijangkau dari Jakarta via tol Jagorawi. Suatu saat kami ada keperluan di daerah Sentul, saya mencari penginapan semacam family resort disana. Yang pertama muncul di website pencari adalah Giritirta Hot Spring Resort. Karena nampaknya menarik, langsung book deh 2 unit villa @2 kamar dengan room rate berkisar IDR 600-700.000,- per unitnya. Jadi total sekitar 1,5jt untuk 4 kamar.

Saat proses booking, enaknya langsung telepon ke contact person nya karena doi bakal jelasin lokasi dan aksesnya (yang ternyata agak tricky). Beberapa hari sebelum keberangkatan sih saya beberapa kali ditelepon balik oleh Si Aa yg in charge (maaf lupa namanya) untuk memastikan unit yang kami pilih, dan rencana penjemputan. Jadi menurut beliau, akses jalannya agak-agak “offroad” alias keriting abis, tidak direkomendasikan untuk mobil kecil. Untuk itu pihak resort menyediakan 1 kijang kapsul (dan innova untuk tamu suite) bagi customer yang membawa mobil kecil.

Setelah exit Sentul City, kami ketemuan di taman salah satu cluster dan memarkir mobil kecil (saat itu kami rombongan 2 mobil) untuk kemudian penumpangnya dioper ke Kijang kapsul. Rutenya dari hutan pinus Gunung Pancar masih terus lagi, melewati jalanan berbatu naik turun yang lumayan bikin deg-degan sesepuh-sesepuh yang tergabung dalam rombongan. Jalan yang kurang nyaman (tapi seru, menurut anak-anak lelaki kami) sebenarnya hanya berlangsung selama 1 km terakhir, tapi lumayan berasa lama hahaha

Sesampainya di lokasi, perjalanan lumayan terbayarlah dengan pemandangan sekitarnya. Memang tidak se-“wah” ekspektasi kami, tapi melihat sawah disana-sini.. Kami orang kota mah udah langsung kebeli 😅

Posisi villa berada di kaki bukit yang di cut and fill. Bisa dibayangkan, akses dari parkiran mobil ke unit-unitnya agak menanjak dengan beberapa anak tangga. Buat kami yang masih muda dan juga anak-anak sih ga berasa.. Tapi ternyata buat para sesepuh lumayan bikin engap, hehe.. Untungnya, tidak seperti di Inggris, di Indonesia masih ada layanan bell boy yang bantuin bawain koper.

Unit yang kami sewa adalah Galunggung dan Gandasoli. Keduanya berupa rumah panggung kayu 2 lantai yang berdempetan. Jadi bisa dikatakan keempat kamar berada dalam 1 bangunan. Masing-masing kamar memiliki teras yang lumayan luas untuk ngobrol-ngobrol sambil ngeteh + menikmati pemandangan.

Sesuai namanya, kamarnya bernuansa resort, hanya menurut saya sedikit kurang terawat. Tapi fasilitas dasar seperti kulkas, AC dan kettle (khusus kettle hanya ada 1 untuk 2 kamar) memadai. Kamar mandinya bersuasana natural tanpa bath tub. Yang the best adalah semua airnya sudah hangat alami (secara hot spring gitu loh). Sayangnya, details seperti kran, wastafel dan handle pintunya sudah kurang bagus. Handuknya walaupun bersih, tapi sudah sedikit sobek-sobek pinggirannya. Buat saya pribadi sih ga masalah, tapi kira-kira cocok gak ya dengan rate kamarnya?

65

 

Sore-sore setiap kamar mendapat free 2 porsi pisang goreng anget + juice semangka (yang manis banget), pas untuk menemani kami yang sedang ngobrol ngalor ngidul.

Yang seru, tengah malamnya ada kejadian, kamar di bawah krannya copot dan airnya nyembur.. Telefon ke receptionist ga ada yang respon. Akhirnya adik saya nyamperin ke ruang pengelola dan 2 orang sedang tidur ngeruntel sarungan 😂

Setalah dibangunin baru deh heboh benerin kran dan beresin banjir in the middle of the night. Jadinya lucu campur kasian.

59

Yang paling disukai dari kami semua tentu saja hot spring-nya, yang terdiri dari sekitar 5 bilik (lupa tepatnya ada berapa) dengan ukuran kolam yang berbeda-beda. Masing-masing bilik dilengkapi gazebo dan pancuran untuk bilas (yang juga hangat airnya), tapi tidak dilengkapi handuk, sebaiknya bawa sendiri dari kamar. Para sesepuh, walaupun (menurut mereka) agak berat berjalan agak jauh dari kamar ke bilik-bilik tersebut, plus beberapa steps naik turun tangga.. Tapi alhamdulillah pada sukaa banget dan menikmati berendem di air yang puanasnya minta ampun itu (menurut saya). Kami menghabiskan sepanjang sore di bilik-bilik hangat tersebut.. Karena sepi, semuanya berasa milik pribadi hehehe.. Keesokan paginya pun, sementara saya dan suami jalan-jalan mengeksplor persawahan sekitar, yang lain balik nyebur hot spring lagi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Something funny about the breakfast time. Restorannya luas, dengan tipe bangunan yang sama bernuansa kayu-kayu gitu. Pas kami kesana sekitar jam 9-10 dengan perut lapar, ga ada seorang pun yang menyambut wakakaka.. Selama beberapa menit disana, kami bolak balik ngintip ke dapur di lantai bawah dan bilang, “permisii.. Permisii..”, setelah agak lama baru ada yang nongol. Akhirnya biar cepet kami semua pesen nasi goreng dan teh/kopi aja. (Ga jelas juga menunya ada apa aja hehehe). Walaupun dalam nyiapin sarapannya mereka nampak kelimpungan, tapi lumayan enak juga kok masakannya.

Saya sendiri bingung menyimpulkan apakah penginapan ini over priced ngga.. Mungkin Anda harus menjajalnya sendiri.. Pastinya lebih menarik jika mencoba suites unitnya dengan rate IDR 2.000.000,-/night, dengan lokasi yang lebih premium dan private hot spring jacuzzi di setiap balkon kamarnya. Jika melihat tamu-tamu asing (mostly koreans) yang bolak-balik, kemungkinan fasilitas dan service-nya lebih profesional.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Glamping Tips ; Bala Club Site, Snowdonia, Wales

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bismillah.. postingan ini dibuka dengan saya yang jarang-jarang nongol di blog sendiri, akhirnya muncul… tapi mukanya ngeblur! Yaa nasiiib  

Saya dan suami dulu waktu muda suka banget sama yang bau-bau camping.. Setelah kerja, nikah, membesarkan anak.. Jadi penghuni mall. Tapi kalau lagi roadtrip trus ngeliat ada tenda yang keren nangkring di pinggir sungai yang jernih gitu, rasanya semriwing hati ini.. Pengeeen lagi! Rinduuu!!

Ok stop curhat.

15

20
Welsh (bahasa Wales, aneh ya? Orang-orangnya ngomongnya juga aneh 😀 Ups!)

May 2015, kami mencoba glamping alias glamorous camping, di salah satu tempat terindah di Britania Raya, yaitu kawasan Snowdonia National Park, Wales. Kenapa dikatakan glamour? Well ya, glamorous itu sebenarnya relatif kan ya, glamping pun layaknya penginapan yang lain, macem-macem tingkat kenyamanan dan fasilitasnya. Yang jelas, glamping berarti kita bebas dari tugas yang paling bikin memble kalo lagi camping; bongkar pasang tenda 😀 (biasa kabur pura-pura ngapain gitu, kalo udah masuk bagian ini, hihii.. Riweuh :D). Tendanya juga pastinya lebih besar daripada tenda camping biasa, ada beds dan juga dapur (biasanya).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tapi ya sekali lagi, pilihannya sangat variatif. Seorang teman saya glamping sekeluarga di dalam kawasan farm. Di dalam tendanya ada beds, peralatan masak lengkap tapi kompornya tungku, harus bikin api sendiri, jacuzzi (harus bikin api sendiri juga untuk menghangatkan airnya), no electricity at all kecuali kulkas. Karena tidak tersedia heater, mereka harus bikin api unggun sendiri untuk menghangatkan, dan tidur dengan pakaian dingin lengkap (layaknya camping). Penerangan malam hari menggunakan lilin dan lampu baterai. Untuk charging gadgets, mereka harus nebeng ke kantor pengelola atau kulkas di tendanya yang harus ngalah. Siang hari, aktivitas utamanya (terutama untuk anak-anak) adalah belajar jadi peternak gitu deh. Ikut ngangon domba, sapi, ngambilin telur dan sebagainya. Selebihnya ya paling explore daerah sekitarnya karena lokasi glamping mostly berada di rural area dengan udara yang bersih dan view yang menawan.

21

Pengalaman yang berbeda saat kami menjajal glamping bulan May 2015, di Bala Club Site, Snowdonia National Park, Wales. Hunting via situs khusus love-glamping.co.uk, glamping sitenya berada dalam satu park dengan caravan (more about caravan, here), campervan dan camping ground (camping biasa dengan tenda). Jadi selain menyediakan tenda, area glamping ini juga menyediakan penginapan berupa campervan (yang juga bisa extended dengan tenda untuk tambahan ruang) dan juga petak-petak kosong dengan sumber listrik masing-masing bagi mereka yang memiliki caravan/campervan sendiri. Ownernya memberi istilah “ready camp” dengan beberapa pilihan. Ada 2 unit tenda glamping, beberapa campervan, caravan (ruangannya bisa extended dengan tenda khusus, tapi bawa sendiri), dan petak-petak kosong untuk tenda camping biasa. Di situsnya ada kalimat yang sangat menjanjikan ; “glamping with ready camp; you just need to bring bedding, foods and clothes”.

19
jalanan depan glamping site.. cukup rural kan?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berada di lokasi yang sangat rural, areanya dikelilingi dengan farm namun tidak bisa diakses oleh pengunjung. Jalanan di depannya sepi banget, hanya ada ladang-ladang hijau dengan petunjuk-petunjuk arah dalam bahasa Wales yang aneh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tenda kami berukuran 5×5 m2, terdiri dari teras depan (dan sedikit sisa decking di samping-samping), living/dining room, kitchen yang compact dan 2 bedrooms. Basically tenda ini bisa dihuni hingga 7 orang, tapi di peraturannya orang dewasanya maksimal 4 orang. Living area terdiri dari satu set meja makan besar dengan 6 kursi, 1 settee (sofa kecil) dan 1 rak gantungan baju.

Kitchennya terdiri dari sebuah work table kecil dengan kompor listrik (2 hobs)– harus wanti-wanti anak-anak untuk ga iseng menyentuh hobnya–, fridge dan microwave yang semua serba built in. Selain itu ada kettle untuk masak air dan juga toaster. Jadi jelas, listrik bebas dan lancar. Yang ga ada adalah tempat nyupir alias nyuci piring, karena di dalam tenda ga ada akses ke pipa air bersih maupun kotor. Perlengkapan masak dan makannya lengkap juga. Sayangnya piring, mangkok, gelas dan cangkirnya semua plastik. Agak gimanaa gitu kalo mau nuang yang panas-panas, misalnya bikin teh atau kopi, karena mug-nya plastik. Kalau takut resiko pecah, kenapa ga sediain yang aluminium aja ya, kan lebih ala ala camping, gitu..

Area kamar tidur tendanya 2 lapis, tujuannya ya supaya lebih hangat (tapi tetep aja kami kedinginan banget nget nget), terdiri dari 2 ruang. Ruang I dengan double bed, ruang II dengan 1 bunk bed bisa untuk 3 orang, trus di kolongnya ada extra bed untuk 2 orang. Matrasnya polosan tanpa bedding set. Untung suruntung banget kami bawa bedding set lumayan banyak, quilt yang tebal-tebal plus 2 sleeping bags yang anget. Itupun masih dibantu nyewa 2 heater @£35 per night. Dan itu kami beraktivitas dalam tenda + tidur dengan pakaian lengkap berlapis standart winter! Hahaha.. Beda ya camping di negara tropis dengan negara 4 musim 😄

Untuk keperluan mandi dan cuci disediakan satu bangunan yang terpisah. Bagian cuci piring adalah tugas suami saya dan anak saya yang laki-laki karena entah mengapa, yang boleh masuk ruangan cuci piring hanya laki-laki! Saya kebagian tugas beberes tenda dan mengambil air (untuk minum dan masak) dari kran-kran yang sudah disediakan.

10
dengan playground segini aja anak-anak main susah berhenti  -__-
9
pemandangan yang bisa dinikmati sambil nungguin anak main di playground

Di bagian belakang, terdapat playground ala kadarnya tapi dengan pemandangan yang cantiik (sungai, ladang, domba, pegunungan dan teman-temannya). Namanya bocah, walaupun tiap hari di rumah selalu sempat main ke playgrounds terdekat, anak-anak saya giraang sekali main disini. Hujan angin dingin ga peduli deh..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
tempat tidur yang sudah disulap jadi kasur seperti di rumah… Alasnya lapis 4, selimutnya lapis 2!

Buat kami, glamping semacam ini lumayan ok untuk “pemanasan” anak-anak sebelum nantinya dibawa wild camping beneran. Seru-seru dan “keterbatasan” yang exciting lumayan berasa buat mereka. Saat malam datang dan kami sudah ngeruntel kedinginan di kasur masing-masing, walaupun gadgets tetep on, tapi lumayan loh.. Bisa mendengar sapi-sapi dan domba-domba di kejauhan pada “mooo-ing” dan “baa-ing” bersahut-sahutan, merasakan tenda diterpa hujan angin badai, dan membayangkan para scarecrows menari-nari kegirangan, hihii..

Minusnya : pertama, disini ga boleh bikin api unggun! Huh banget, kan?! Apalah arti camping tanpa api unggun. Alasannya karena tenda-tendanya baru, owner takut angin bertiup terlalu kencang trus nyamber tendanya. -___- Untungnya kami bawa perlengkapan barbeque, lumayan masih bisa bakar-bakar udang, sosis dan marshmallows. Untuk penerangan pun, sudah disediakan lampu-lampu yang memadai baik di luar dan di dalam tenda. Jadi bukan menggunakan lilin-lilin atau lampu petromax. Sepertinya si owner bener-bener parno tendanya kebakaran.

6

Minus kedua, untuk koneksi wi-fi harus pakai voucher. £2 (sekitar IDR 50.000,-) per device per day. Kaliin sendiri deh tuh.. Huhuuu.. Secara camping jaman sekarang kan harus tetep eksis gitu loh 😄

4

Lesson learned : setiap Glamping Site punya style yang variatif sekali, fasilitas dan rules yang juga beda. Kalau mau ga kecewa, sebelumnya survey dulu apa glamping site itu bener-bener (atau paling ga mendekati) seperti yang kita mau dan kita bisa dengan mudah menyesuaikan perlengkapan apa saja yang perlu atau tidak perlu dibawa . Buat saya, we absolutely wanna try glamping again and again, in other beautiful places, di glamping site yang lebih menarik.. Mudah-mudahan, semoga. Aamiin.

7

Kalicaa Villa, Tanjung Lesung

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Januari 2014, menyambut tahun baru kami mudik ke Indonesia.. Tujuan utamanya cencu sajaahh untuk melepas rindu pada kuliner keluarga. Biar ngumpulnya seru, jauh2 hari kami udah hunting villa dengan lokasi yg (kepengennya) ok, dan pilihan jatuh pada Villa KalicaaTanjung Lesung.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Kalau browsing Tanjung Lesung di internet, memang yang paling sering nongol infonya ya si Kalicaa ini. Ga taunya.. Di kawasan wisata Tanjung Lesung ini ada banyak villa-villa yang lain loh! Bungalow-bungalow gitu juga ada. Tapi sepertinya yang paling banyak unitnya dan paling well known ya emang si Kalicaa ini, selain villa ada hotelnya juga.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Setelah tanya-tanya harga dan nego-nego via email dan telepon, akhirnya kami booking unit Villa Bora Bora, terdiri dari 3 double bedroom (dengan bathroom dan tv masing-masing), 1 living room (hanya TV di living room yang channelnya banyak, pakai tv kabel berlangganan) 1 kitchen (lengkap peralatan masak, diningware, gas, kulkas, rice cooker, dispenser), dining room dan private pool di tengah2 (ukuran kecil cukup buat sekali kayuh doang gahahhaa.. Tapi anak-anak sih segini juga udah seneng banget, sehari bisa nyebur 2-3x!). Di bagian depan bangunannya ada sebuah kamar single bed non AC (tapi ada fan) plus kamar mandi dengan kloset jongkok, mungkin maksudnya diperuntukkan bagi supir/ART. Perlu diingat unit Bora Bora ini gak ada beach viewnya, karena kalau mau ke pantai harus jalan kaki dulu sekitar 100 m. Untuk sarapan dan makan malam juga harus jalan ke restonya (jarak sekitar 150 m). Tapi di kondisi tertentu kita bisa minta dianterin ke villa kok makanannya.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Nah, karena desain villanya yang serba terbuka, jangan kaget kalau banyak “teman-teman” lain yang menemani yaa.. Belalang kupu-kupu mah pasti, cicak dan siput juga sesekali ketemu. Yang seru adalah di salah satu malam saat kami menginap disana, hujan deras dan banyak laron di living room dan dining room. Tokeknya pada nyerbuuu… Lumayan banyak deh, gendut-gendut lagi hihihiii… Tapi begitu hujan reda sih mereka langsung bubar. Mungkin sekalian neduh juga kali ya 😀 Kalau yang ga suka ruangan terbuka semacam ini, ada beberapa tipe villa yang tertutup juga kok.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Lokasinya sebenernya lumayan jauh juga dicapai dari Jakarta, kalau ga macet sekitar 4-5jam. Dipikir-pikir lebih cepet nyampe Lombok atau Bali yah hihii, cuma lebih irit ongkos. Oya saya rekomen exit tol nya di Serang Barat aja, kalau Serang Timur selalu macettt banget karena ada terminal.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Breakfast dan dinner free dengan menu buffet, seringnya ada seafoodnya, dan menunya tiap hari lumayan ganti-ganti jadi gak ngebosenin, walaupun kalau dibilang enaaak banget gitu ya gak juga sih.. Lumayanlah, kira-kira sekelas menu buffet di hotel bintang tiga. Untuk lunch biasanya kami masak sendiri, atau kadang order room service. Kalau kesini mah jangan lupa bawa snack yang banyaaakk.. Karena lumayan jauh dari toko terdekat. Make up room harus request ke front office, sekaligus handuk, keset, toiletris, bedsheet dll diganti. Overall servicenya lumayan, pegawainya juga ramah-ramah. Di malam ketiga dan keempat kami menginap disana, dianterin pisang goreng anget-anget plus wedang jahe.. Pas banget buat temen ngobrol di living room.

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Fasilitas lainnya lumayan banyak. Bisa main tennis, driving (golf), kayak, sepeda air, sepeda gowes, swimming pool besar, becak dll pakai compliment voucher (free). Yang gak free kalau mau main ATV (sewanya Rp.150-250ribu/25menit), banana boat atau jetski (250rb/jam).

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

KAlicaa Villa Tanjung Lesung, dimana menginap

Pantainya sendiri kalau menurut saya yang lahir dan dibesarkan di Lombok, biasa aja hehee.. Tapi mending bangetlah kalau dibandingin sama Anyer apalagi Ancol. Terus lagi bisa ngeliat sosok Krakatau atau Rakata, rasanya gimanaa gitu hihii.. Pengen banget ngambil Krakatau trip nya, tapi waktu itu cuaca lagi ga bagus, lagian bingung juga ga bisa ninggal bayi. Oya, ada paket untuk ngeliat Badak Bercula Satu juga di Ujung Kulon, tapi kurang tau berapa jam perjalanannya naik mobil dan berapa biayanya. Lumayan banyak kan, aktivitasnya?

Stay in A Rustic English Farmhouse with Airbnb

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Ceritanya kami masih penasaran dengan petualangan sebelumnya dimana kami hanya spent too little time di kawasan Jurassic Coast, tanpa bisa mengeksplor banyak. Maka di summer 2014 serelah lebaran, kami berencana mengeksplor habis-habisan ke-jurassic-annya si coast itu.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Jurassic Coast meliputi garis pantai yang sangat panjang dari Dorset (yang paling dekat dengan London), Devon sampai yang paling ujung adalah Cornwall. Ketiga county ini adalah primadona wisata di UK saat summer, karena pantai-pantai di south west of the UK inilah yang mendapat sinar matahari paling banyak.

Karena salah satu tujuan utama kami saat itu adalah fossil hunt di beberapa titik pantai di Dorset, maka kami butuh untuk ngepos 2 malam di sekitar situ. Again, “kami” = family dengan 2 anak kecil, 3 adults, butuh masak sendiri karena kebutuhan makan nasi (!) dan halal food. Yup, penginapan dengan self-cateringlah yang paling pas.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Setelah pencat pencet pencat pencet di apps Airbnb, mengerucutlah pada satu penginapan berbentuk farmhouse di pelosok Dorset. Setelah deal, suami cukup banyak chit chat dengan ownernya, terutama karena lokasinya lumayan harus mblusak-mblusuk jalanan farm. Owner juga pesen, kalau mau grocery delivery dari Tesco (ya, di UK untuk berbelanja sembako dan keperluan rumah tangga pun bisa online) just let them know. Dan jangan lupa pesenin ke pihak Tesco-nya ancer-ancer seperti yang sudah mereka jelaskan.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Setelah melewati sedikit bumpy road (yang kalau di Indonesia, segitu mah belom bisa dibilang bumpy) menembus beberapa farm di kanan kiri, berpemandangan hays, tractors, kandang kuda, soang, sheeps dll, akhirnya kami sampai ke lokasi. Pas mobil parkir langsung disambut anjing farm tua yang ramah banget sebenernya, saking aja kami semua penakut sama anjing (kalo saya takutnya gara-gara pas kecil pernah 2x digigit sampe ngecap–>pembenaran), ga pada berani turun dari mobil dong! Whakakakka… What a shame. Sampe lama banget tu anjing betah banget nungguin di pintu mobil. Akhirnya suami nelepon Patricia (the owner), bilang kalo anjingnya tolong suruh pergi dulu dong, saya pengen turun takut. 😀 Gak lama, Patricia keluar (ya, dia juga tinggal disitu) buat ngusir anjingnya dan kita sibuk minta maaf karena katrok takut anjing.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Jadi, komplek farm yang lumayan luas itu dimiliki dan dikelola oleh pasangan yang bisa dibilang tua, tapi sangat sehat bugar ganteng dan cantik. Bangunan utamanya terdiri dari rumah utama (yang mereka tempati) yang nempel dengan barn conversion yang sudah disulap menjadi sebuah 2 bedrooms self-catering holiday let dan sebuah garasi kecil. Ada juga 1 barn yang masih berfungsi. Parkir mobil berada pas di sebelah horse paddock jadi anak-anak seneng banget, begitu turun langsung menyapa pony 🙂

Favorit saya sendiri adalah aroma farm yang fressshh banget.. Bau jerami! Hahaaa.. Sementara saya menikmatinya, suami sibuk lari bolak-balik bagasi mobil-dalam rumah unloading barang. Kenapa lari? Karena takut anjingnya tiba-tiba nongol lagi 😀

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Saat pertama masuk, rasanya abis naik mesin waktu ke jaman Victorian.. Kebayang si Elizabeth Bennet the farm girl (Pride and Prejudice) tinggal disitu bersama keempat adiknya. Pokoknya rustic banget.. Saya suka!

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Unit yang kami tempati sudah berusia ratusan tahun sebagaimana kebanyakan bangunan-bangunan di tanah Britania Raya. Karena merupakan konversi dari sebuah barn, maka layoutnya memang cenderung maksa. Saat membuka pintu, normalnya kita landing di hallway kan.. Nah kalo ini kita landingnya di utility room (tempat cuci, gudang dsb). Ruangannya mengalir ke dapur (berfasilitas komplit dan modern), corridor yang mengarah ke dining dan reception/living room. Di ujung koridor itu pula terdapat hallway dan pintu yang lebih besar (seperti pintu utama) yang mengarah ke cottage garden di belakang.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Kedua kamar ada di lantai atas. Keduanya terdiri dari 2 twin beds  gaya shabby chic asli hahahaha.. Kamar depan viewnya ke ladang yang luaaas dan berbukit-bukit. Kamar belakang viewnya ke arah halaman belakang yang disulap owners menjadi sebuah cottage garden yang cantik dan sudah meraih banyak Awards.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Kedua kamar mandi juga ada di lantai atas. Satu dengan bathtub (warna pink!) dan satunya hanya dengan shower. Disini terlihat kalau ownernya telitiii banget karena semua kebutuhan sampai yang printilan semua udah disiapin.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Ruangan yang paling luas adalah reception roomnya yang terbagi menjadi 3 area; living and dining. Living roomnya biasa aja, terkesan agak maksa layoutingnya, furniturenya pun udah uzur dan tidak kinclong lagi. TVnya kecil (yang emang ga penting juga sih) tapi lumayan bisa menghibur anak-anak sebentar paling tidak sampai Cbeebies saying goodnight, hahaha.. Terfavorit adalah dining set-nya, karena pas dihadapkan ke jendela utama dengan view english cottage garden. Jadi kalau sarapan berasa banget suasananya sedang di pelosok Inggris.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Anak-anak suka sekali main di backyard yang super luas dan juga cantik. Bahkan ada ayunan di atas bukit (masih bagian dari garden) yang dari sana kita bisa melihat area rumah dan farm secara keseluruhan, plus ladang berbukit nun jauh disana. Pokonya mah betaah! Sayangnya kami ga punya banyak waktu untuk berlama-lama menikmati garden karena tujuan utama trip ini memang untuk mencari fossil ala ala.

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Karena kami sangat puas dan really had a good time disana, suami sempet-sempetin nulis reviewnya di airbnb. Dan ternyata, ada juga loh review dari owner untuk user (menjadikan kami sebagai calon user “terpercaya” di mata para owner). Kami baru tau setelah Patricia juga memberikan testimoninya di akun Airbnb suami. Intinya dia bilang kami ini tamu yang sangat sopan dan bersih. Semua kami tinggalin dalam keadaan rapi, hihii.. Pokonya ngga kapok deh dan semakin pengen lagi menjelajah ke middle of nowhere with Airbnb. *brb nguli nyari duit

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

dorset jurassic coast fossil hunt with airbnb

Bidadari Island, Kepulauan Seribu, Jakarta

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pernah dengar tentang Pulau Bidadari? Pulau ini adalah salah satu pulau yang lumayan besar di gugusan Kepulauan Seribu, yang juga lumayan beken sebagai spot foto pre-wedding untuk area Jakarta dan sekitarnya.

September 2011 kami mendapat undangan sebuah company family gathering disana. Sungguh excited karena sudah lama saya pengen menjajal Kepulauan Seribu tapi belom kesampaian. Apalagi setelah mendengar cerita tentang Pulau Tidung (juga bagian dari Kepulauan Seribu) yang cantik.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Dari Pelabuhan Marina Ancol, kami menggunakan boat berkapasitas kurang lebih 30 orang, selama 1 jam untuk mencapai Pulau Tidung. Pemandangannya sih biasa aja.. You can’t hope too much from perairan di Jakarta kan? Hehee..

Begitu landing di pulaunya juga kurang lebih sama.. Air pantainya sangat jauh dari menggiurkan.. Rasanya males nyelupin kaki ke dalamnya. Bukannya sinical, tapi memang bener.. Air pantainya kotor, ga jernih dan banyak sampah.. Sayang sekali ya.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Ternyata Pulaunya memang kecil dan sepertinya pengelolaannya hanya di bawah 1 management. Penginapannya terdiri dari beberapa cottages yang premium di bagian depan pulau, dan yang makin sederhana ke samping-samping. Di bagian depan juga ada restoran yang memadai dengan menu yang lumayan dan sebuah kolam renang kecil serta playground. Karena pulaunya rimbun walaupun di daerah pantai, kita bisa leyeh-leyeh atau makan di tempat terbuka tanpa kepanasan sama sekali.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Karena kami kebagian di cottage yang samping, pemandangannya cukup ngenes. Sampahnya mengerikan 😦 Mungkin sampah-sampah tersebut merupakan imbas dari joroknya Jakarta yang kemudian terbawa air laut, karena kalau saya lihat, pengelola pulau cukup serius menjaga kebersihannya (suka ngeliat banyak tukang sapu yang rajin-rajin, hehe).

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau ini emang pasnya buat acara-acara seperti team building, family gathering dan sebangsanya. Karena tidak begitu besar (otomatis less crowd), dan fasilitas-fasilitasnya yang sepertinya memang pas untuk itu (ga jelas banget ya penggambarannya, hahaa). Kalau untuk tourism yang lebih serius, menurut saya sih pengelolanya belum begitu siap secara look dan maintenance kawasan.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Kamar yang kami tempati merupakan bagian dari sebuah cottage kayu yg dibagi menjadi 2 kamar. Bednya sangat cukup untuk family paling engga untuk 2 anak. Kamar mandinya dengan shower tanpa air panas (lagian gerah juga ga perlu mandi air anget kayanya) plus wastafel yang seadanya. Kamarnya full AC, dan ada teras kecil di depannya yang lumayan buat jemur-jemur anduk 😛 Kesulitan saat itu hanya pas mau sterilin botol dot susu anak (yaa.. Anak kami masih ngedot saat itu, hihii..) karena tidak ada air panas ataupun kettle di dalam kamar.

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Saat kami berjalan mengelilingi pulau (bisa juga menyewa sepeda), ternyata sisi lain pulau (timur) lumayan juga. Ada komplek villa kayu di atas air laut yang sebenarnya cukup menarik, tapi ko ngga ada tanda-tanda kehidupan ya? Entahlah.. Lalu ada puing-puing benteng Belanda juga beserta penjelasan sejarahnya. Jadi Pulau Onrust yabg berada di sebelah Pulau Bidadari adalah pulau yang dijadikan penjara khusus tahanan kelas berat saat Jepang menguasai Batavia. Benteng di Pulau Bidadari digunakan untuk menghalau musuh yang hendak memasuki Batavia (lewat jalan laut tentu saja). Benteng ini cukup photogenic sebagai lokasi foto ataupun bikin music video ala ala Malaysia jaman dulu, hihihii

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Senja hari cukup menarik di Pulau ini.. Nongkrong di gazebo-gazebonya sambil menikmati es kelapa dan kudapan ala pantai lainnya (apa siiih.. Sebenernya saya udah lupa waktu itu nyemilin apa aja ;D). Walaupun pemandangannya paling-paling kapal-kapal pembawa sembako dari pulau satu ke pulau lain, yang lebih nampak seperti kapal bajak laut hahahaha..

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap

Kalau memang Anda berencana ke Pulau Bidadari dalam waktu dekat, saran saya jangan terlalu banyak berharap untuk water sport yang gimana banget apalagi snorkling dan diving (sebagaimana normalnya kalau main ke pulau). Tapi kalau tujuannya hanya have a little hideaway bersama teman atau keluarga, foto-foto, makan, leyeh-leyeh, naik sepeda.. Masih ok. Salam olahraga!

Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu - dimana menginap